PANDUAN
CRM menjaga peluang penjualan tetap terlihat sampai jadi uang. Yang menang tidak berhenti sebagai catatan — ia langsung menjadi draft invoice.
Lead adalah satu peluang penjualan: "Katering kantor Mandiri", "Suplai roti Hotel X". Isi judul, perkiraan nilainya, dan hubungkan ke kontak kalau calon pelanggannya sudah terdaftar. Nilai boleh dikosongkan dulu kalau belum jelas.
Kontak di CRM bukan salinan — ia kontak yang sama yang dipakai Invoicing, Pesanan, dan Pengiriman. Menyimpan nomor telepon di satu tempat berarti riwayat pelanggan itu utuh di semua module, termasuk pesanan yang masuk lewat chatbot WhatsApp.
Geser lead mengikuti kemajuan pembicaraan: baru, terkualifikasi, penawaran, dan seterusnya. Papan pipeline memperlihatkan berapa banyak peluang yang menumpuk di tiap tahap — tempat kamu melihat di mana penjualan tersendat.
Saat kesepakatan tercapai, tandai lead sebagai menang. Draft invoice langsung dibuat otomatis dengan nilai dan kontak dari lead itu, siap kamu periksa dan terbitkan di module Invoicing.
Daftar lead bisa disaring per tahap dan dicari dari potongan judulnya — tidak perlu ingat penulisan persis. Urutannya terbaru dulu, jadi yang sedang berjalan selalu di atas.